Genre not found
Artist not found
Album not found
Song not found

Puan Kelana
Silampukau Lyrics


kau putar sekali lagi champs elyses
lidah kita bertaut ala france
langit sungguh jingga itu sore
dan kau masih milikku

kita tak pernah suka air mata
berangkatlah sendiri ke djuanda
tiap kali langit meremang jingga
aku kan merindukanmu

ah. kau puan kelana
mengapa musti kesana
jauh-jauh puan kembara
sedang dunia punya luka yang sama

mari puan kelana jangan
tinggalkan hamba
toh hujan sama menakjubkannya
di paris atau di tiap sudut surabaya

rene decartes molliere dan maupassant
kau penuhi kepalaku yang kosong
dan perancis membuat kita sombong
saat kau masih milikku

kita tetap membenci air mata
tiada kabar tiada berita
meski senja tak slalu tampak jingga
aku terus merindukanmu

ah. kau puan kelana
mengapa musti kesana
jauh-jauh puan kembara
sedang dunia punya luka yang sama

mari puan kelana
jangan tinggalkan hamba
toh anggur sama memabukkannya
entah merlot entah cap orang tua

aih. puan kelana
kenapa musti kesana
paris pun penuh marabahaya dan duka nestapa
seperti surabaya

Contributed by Elijah S. Suggest a correction in the comments below.
To comment on specific lyrics, highlight them
Most interesting comment from YouTube:

Prima Ersand

Kau putar sekali lagi Champs-Elysees
Lidah kita bertaut ala Francais
Langit sungguh jingga itu sore
Dan kau masih milikku
Kita tak pernah suka air mata
Berangkatlah sendiri ke Djuanda
Tiap kali langit meremang jingga
Aku 'kan merindukanmu
Ah, kau puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh puan kembara
Sedang dunia punya luka yang sama
Mari, puan kelana
Jangan tinggalkan hamba
Toh hujan sama menakjubkannya
Di Paris atau di tiap sudut Surabaya
Rene Decartes, Molliere, dan Maupassant
Kau penuhi kepalaku yang kosong
Dan Perancis membuat kita sombong
Saat kau masih milikku
Kita tetap membenci air mata
Tiada kabar tiada berita
Meski senja tak selalu tampak jingga
Aku terus merindukanmu
Ah, kau puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh puan kembara
Sedang dunia punya luka yang sama
Mari, puan kelana
Jangan tinggalkan hamba
Toh, anggur sama memabukkannya
Entah Merlot entah Cap Orang Tua
Aih, puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Paris pun penuh marabahaya
Dan duka nestapa
Seperti Surabaya



All comments from YouTube:

Reza Alfaizi

Lagu bucin yang dikemas dengan berkelas, suwun mas lagu-lagu Silampukau masuk ke telinga dengan lembut sekali🙏

syahril bpc

bantu up gan

muhammad yusuf

@Sabitha Razwa Karima XI-A / 27 makasih ya

Sabitha Razwa Karima XI-A / 27

@muhammad yusuf cowo yang ga siap ditinggal cewenya—mau merantau ke prancis.

muhammad yusuf

Maksudnya lagu ini apa ?

Dandan komputer

selalu puas dengan kuaitas live nya Sounds From The Corner

Prima Ersand

Kau putar sekali lagi Champs-Elysees
Lidah kita bertaut ala Francais
Langit sungguh jingga itu sore
Dan kau masih milikku
Kita tak pernah suka air mata
Berangkatlah sendiri ke Djuanda
Tiap kali langit meremang jingga
Aku 'kan merindukanmu
Ah, kau puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh puan kembara
Sedang dunia punya luka yang sama
Mari, puan kelana
Jangan tinggalkan hamba
Toh hujan sama menakjubkannya
Di Paris atau di tiap sudut Surabaya
Rene Decartes, Molliere, dan Maupassant
Kau penuhi kepalaku yang kosong
Dan Perancis membuat kita sombong
Saat kau masih milikku
Kita tetap membenci air mata
Tiada kabar tiada berita
Meski senja tak selalu tampak jingga
Aku terus merindukanmu
Ah, kau puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh puan kembara
Sedang dunia punya luka yang sama
Mari, puan kelana
Jangan tinggalkan hamba
Toh, anggur sama memabukkannya
Entah Merlot entah Cap Orang Tua
Aih, puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Paris pun penuh marabahaya
Dan duka nestapa
Seperti Surabaya

Bayu Fernanda

Silampukau

Kuuzo

woy

Nathanio Bangun

Tuhan, aku terharu..


sound livenya lebih bagus daripada spotify..

lagunya dibawakan dengan penuh rasa

More Comments

More Videos