Lilis Suryani (22 Agustus 1948 β 7 Oktober 2007) adalah seorang penyanyi Indonesia. Lilis terkenal dengan lagunya yang berjudul Gang Kelinci (ciptaan Titiek Puspa). Ia juga yang mempopulerkan lagu Genjer-genjer, lagu yang dikaitkan dengan Gerakan 30 September PKI sehingga dilarang dimainkan setelah 1965. Lilis meninggal dalam usia 59 tahun, meninggalkan tiga anak serta delapan cucu. Ia wafat setelah berjuang selama 4 tahun melawan penyakit kanker rahim yang dideritanya.
Album
* Gang Kelinci (Remaco. RL-020)
* CING TULUNGAN. (Remaco. REP-020)
* Kini Kau Jauh. (Irama. EP-49)
* KISAH REMAJA. (Remaco. REP-010)
* Air Mata (Remaco. RL-058)
* Telepon (Irama.LPI 17597)
* Tiga Malam (Irama. LPI 175111)
* ANTOSAN. (Bali.RLL-002)
* PEMBURU (Remaco. RL-044)
* PULANG MUHIBAH. (Irama.LPI 175123)
* Volume 3. Dadu Cinta.(Granada)
Album Kumpulan
* ANEKA 12. Edisi Istimewa. (Pergi Berjoang; Janger. -Remaco. RLL-003)
* ANEKA 12 volume 4. (Bunga Melati. -Remaco. RLL.007)
Seringgit Dua Kupang
Lilis Suryani Lyrics
Jump to: Overall Meaning ↴ Line by Line Meaning ↴
Pergi ke pasarnya naik delman
Seringgit si dua kupang
Pergi ke pasarnya naik delman
Memang aneh jaman sekarang
Sudah beristri mengaku bujang
Memang aneh jaman sekarang
Seringgit si dua kupang
Pulang ke rumah membawa pecel
Seringgit si dua kupang
Pulang ke rumah membawa pecel
Kagak heran gadis sekarang
Sesudah kawin gak bisa nyambel
Kagak heran gadis sekarang
Sesudah kawin gak bisa nyambel
Seringgit si dua kupang
Jalan-jalan ke Pasar Lama
Seringgit si dua kupang
Jalan-jalan ke Pasar Lama
Enak juga pengantin lama
Masuk ke kamar menghitung bocah
Enak juga pengantin lama
Masuk ke kamar menghitung bocah
The lyrics to "Seringgit Dua Kupang" by Lilis Suryani reflect on the changing times and societal norms, set against the backdrop of everyday activities like going to the market and returning home with food. The repeated mention of "Seringgit si dua kupang" highlights the modesty and simplicity of the characters in the song, who are depicted as common people going about their daily lives.
The lyrics suggest a sense of irony and observation towards modern life, as the singer remarks on the oddity of a married person claiming to be single in the lines "Sudah beristri mengaku bujang." This can be interpreted as commentary on the duplicity or complexities of relationships and identities in contemporary society.
The contrast between traditional activities like riding a horse-drawn carriage to the market and bringing home simple meals like "pecel" with the disillusionment with marriage and expectations of post-marital life further emphasizes the theme of societal changes and personal struggles. The lines "Kagak heran gadis sekarang / Sesudah kawin gak bisa nyambel" point to a disillusionment with post-marriage expectations and the challenges that come with it.
Towards the end of the song, the lyrics touch on the nostalgia for simpler times and the perceived benefits of traditional practices, as indicated by the mention of strolling around the "Pasar Lama" and the idyllic image of a newlywed couple counting their children together. This can be seen as a longing for a return to innocence and a reflection on the passage of time and changing values. Overall, the lyrics of "Seringgit Dua Kupang" offer a poignant reflection on societal norms, personal experiences, and the complexities of modern life.
Line by Line Meaning
Seringgit si dua kupang
Two half-cents
Pergi ke pasarnya naik delman
Go to the market by horse carriage
Memang aneh jaman sekarang
Indeed strange these days
Sudah beristri mengaku bujang
Already married but claiming to be single
Pulang ke rumah membawa pecel
Return home bringing salad
Kagak heran gadis sekarang
Not surprised by girls these days
Sesudah kawin gak bisa nyambel
After marriage, can't cook
Jalan-jalan ke Pasar Lama
Strolling to the old market
Enak juga pengantin lama
It's also nice for old newlyweds
Masuk ke kamar menghitung bocah
Entering the room to count the children
Lyrics Β© O/B/O APRA AMCOS
Lyrics Licensed & Provided by LyricFind
@mubinjayadi5980
Ingat sekolah sd th 67...
@johannavodegel955
Wouw Luar Biasa Keren Lagunya Ener gik , Saya Suka Lagunya Bisa Menghibur hati Dikala Sedih , Mantap Selamat Ber nostalgiaππ₯πΆββοΈπΉβ€ππ·πππΉπ·
@tembangkenanganindonesia9136
Selamat bernostalgia kembali bu π
Salam sehat selalu ππ
@susiisman1970
Selamat pagiπ
Seringgit sidua kupang trmsk lagu lawas yg msh enak didengarkan..penyanyi jmn dulu punya ciri khas di vokalnya msng2..
pastinya dgn dihadirkan kembali tembang lawas ini, mengenang penyanyi2 jmn dulu dan lagunya pula..lagu2 baheula bikin kangeenπ
Terimakasih ya uploadnya, smg sehat bahagia, sukses dan kompak slluππππ
Tembang Kenangan Indonesia makin dewasa, makin caem, makin Sukseesπ·π·π·π·
@tembangkenanganindonesia9136
Selamat siang bu ππ
Selamat bernostalgia kembali bersama Ibu Lilis Suryani.Betul sekali bu penyanyi senior memiliki ciri khasnya masing masing dlm bernyanyi, jadi kita bisa menebak suara siapa yg sedang bernyanyi ππ
Aamiin, terima ksh doa dan supportnya ππ
Semoga sehat, sukses dan bahagia selalu utk panjenengan.tidak lupa salam kompak selalu ππππ
@susiisman1970
@@tembangkenanganindonesia9136 Benar bngt mas, di radio pas denger lagunya sy bs tahu..oo.ini tante Erni Johan , oo ini tante Tetty Kadi dll nya..klo skrng sy nya yg ambyar gak tahu lagu jmn now..sebatas Ermi Kullit, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Rossa, Diana Nasutionπ
Kelebihan2 lagu jmn dulu syair2nya yg simple dan mudah dicerna.π·π·
Aamiin Matursuwun kembali doa dan atensonyaππ
selamat beraktifitas dan selamat beristirahat di jam istirahat smg sllu smngt, jgn lupa tersenyumπππ
@tembangkenanganindonesia9136
@@susiisman1970 Betul sekali bu, kita langsung bisa menebak suara siapa yg sedang bernyanyi.kalau penyanyi sekarang karna byk sekali, dan agak mirip, jd sulit utk membedakannya, mungkin hanya penyanyi yg kita suka atau terkenal yg bisa kita tebak suaranya ππ
Terima ksh atensinya bu ππ
Sami sami bu.Tetap semangat dan selalu tersenyum ππππ
@susiisman1970
@@tembangkenanganindonesia9136 Benar bngt apa yg dikatakan panjenengan, yahuudπ
Klo lagu alm bang Benyamin rata2 bisa menebak smua..krn beliau unik, lucu dan menyenangkanπ π
@tembangkenanganindonesia9136
@@susiisman1970 Inggih bu, kalau bang Ben, unik, dan suaranya ndak ada yg menyamakan πππ